INDO PREMIER SECURITIES

Mulailah Investasi sejak dini untuk masa depan yang lebih cerah

Investasi Demi Masa Depan Yang Lebih Baik

Tentang Kami

Apa itu Indo Premier?

Indo Premier Sekuritas adalah sekuritas swasta terbesar di Indonesia menawarkan investasi di pasar modal dengan melayani klien individu maupun korporasi berdasarkan izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Keuntungan Menggunakan Indo Premier.

Indo Premier Sekuritas menawarkan banyak sekali jenis saham dari mancanegara dan juga memiliki tingkat komisi pembelian dan penjualan yang sangat rendah.

Pencapaian Indo Premier.

IndoPremier telah banyak sekali mendapatkan penghargaan dari tahun ke tahunnya mulai dari "No. 1 - IDR Bond Bookrunner / UnderWrite" Dari Bloomberg, "Best Equity House" Dan masih banyak lagi penghargaan yang telah diterima oleh Indo Premier.

Download App Indo Premier Securities Di Smartphone

Apa saja yang bisa saya investasikan di Indo Premier?

Investasi untuk masa depan

Investasi Saham

Hampir semua saham mancanegara yang diperdagangkan tersedia di Indo Premier seperti BBCA,TLKM, BMRI dan lain lain.

Reksadana

Indo Premier menyediakan banyak sekali jenis reksadana terbaik untuk investasi jangka panjang maupun jangka pendek.

Sebelum memulai investasi, Ada beberapa hal yang perlu kamu tahu.

Apa Itu Investasi Saham?

Investasi saham adalah untuk mendatangkan keuntungan bagi pemilik atau pembelinya, yaitu dalam jenis keuntungan berupa: Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan.

Investasi saham biasanya dilakukan dari berbagai kalangan baik pebisnis maupun masyarakat awam. Ini karena caranya yang sangat mudah. Kegiatan ini dilakukan dengan membeli sejumlah saham kemudian menyimpannya ketika harga mulai naik. Meski tidak selamanya saham akan naik, tetapi pemilik saham biasanya tidak begitu terpengaruh dengan turunya harga saham karena pada waktu yang tepat saham tersebut akan naik kembali dan bahkan bisa lebih tinggi lagi.

Jenis-jenis saham.

Berikut adalah beberapa jenis saham-saham yang diperdagangkan dan mungkin sering kamu jumpai.

  • Saham Biasa (Common Stock) – Jenis saham ini yang paling sering digunakan dan paling populer di pasar modal karena pemilik saham jenis ini akan menerima dividen jika perusahaan memperoleh keuntungan / laba dan tidak memperoleh dividen ketika perusahaan dalam kondisi buruk serta memiliki hak suara pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
  • Saham Preferen (Preferred Stock) – Jenis saham preferen ini maksudnya ialah pemegang saham memperoleh hak istimewa dan pasti dalam pembayaran dividen dibandingkan jenis saham biasa.
  • Saham Atas Unjuk (Bearer Stock) – Secara fisik, Bearer Stocks atau Saham atas Unjuk secara tidak tertulis nama pemiliknya. Alasan hal ini ditujukan agar nantinya mudah dipindahtangankan dari satu investor ke yang lainnya.
  • Saham Atas Nama (Registered Stock) –Instrumen ini biasa juga disebut Saham Atas Nama dan merupakan kebalikan dari saham atas unjuk, di mana nama pemegang saham tertulis jelas namanya di dalam kertas saja.
  • Blue Chip Stock – Saham Blue Chip bisa diartikan sebagai saham unggulan atau papa atas yang masuk saham dengan angka kapitalisasi besar yaitu di atas Rp 40 triliun.
  • Income Stock – Saham ini memiliki daya tarik besar bagi banyak investor.
  • Speculative Stock – Saham ini merupakan saham yang memiliki resiko yang tinggi, Akan tetapi Saham ini memiliki potensi yang cukup besar pula untuk menghasilkan laba yang besar dimasa depan.
  • Counter Cylical Stock – Merupakan saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro ataupun situasi bisnis secara umum.

Apa Itu Reksadana?

Reksa dana adalah instrumen investasi yang menghimpun dana dari masyarakat untuk ditempatkan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi. Namun, meskipun produk ini paling direkomendasikan Perencana Keuangan, Reksadana belum populer di masyarakat. Salah satu sebabnya adalah Pengertian Reksadana yang masih disalahpahami dan literasi masyarakat yang masih rendah soal investasi di Reksa dana.

Jenis-jenis reksadana.

Ada banyak sekali jenis-jenis reksadana yang bisa menjadi opsi kita untung mendapatkan keuntungan, Berikut adalah Jenis-jenis reksadana yang bisa kamu temui :

  • Reksadana Pasar Uang – Alokasi dana 100% pada instrumen pasar uang, seperti deposito, SBI (Sertifikat Bank Indonesia), atau Obligasi dengan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun.
  • Reksa dana Pendapatan Tetap – Alokasi dana minimum 80% pada instrumen obligasi.
  • Reksa Dana Terproteksi – Memberikan proteksi atas Nilai Investasi Awal dari pemegang Unit Penyertaan melalui mekanisme pengelolaan portofolionya dengan menginvestasikan dana pada Efek Bersifat Utang yang masuk kategori layak investasi (investment grade), sehingga nilai Efek Bersifat Utang pada saat jatuh tempo sekurang-kurangnya dapat menutupi jumlah nilai yang terproteksi
  • Reksadana Campuran – Alokasi dana maksimal 79% untuk masing-masing instrumen pasar uang, obligasi, atau saham.
  • Reksadana Index (RDI) – Alokasi dana minimum 80%. Aset harus diinvestasikan sesuai dengan aset-aset pada indeks acuan, yang disebut dengan pengelolaan pasif, yaitu untuk mendapatkan hasil investasi yang mirip dengan indeks acuan, baik indeks obligasi maupun indeks saham. Mirip dengan Reksa Dana Terbuka, dapat dibeli dan dijual sewaktu-waktu di setiap hari bursa saham pasar modal.
  • Reksadana Saham – Alokasi dana minimum 80% pada instrumen saham. Potensi pertumbuhan relatif tinggi karena bersifat agresif.

Beberapa resiko investasi saham

  1. Berpotensi kehilangan 100% uang investasi kamu jika perusahaan bangkrut.
  2. Saham perusahaan bisa tiba-tiba menghilang dari bursa meskipun tidak bangkrut.
  3. Beberapa saham akan mengalami penurunan harga yang singnifikan karena suatu kebijakan perusahaan maupun pemerintah, Jadi pastikan untuk ranjinmembaca berita saat sedang berinvestasi.
  4. Perusahaan tidak akan selalu membagikan Dividennya.
  5. Harga saham yang mengalami fluktuasi terlalu tinggi dalam beberapa hari berturut-turut akan membuat pihak berwenang mengeluarkan peringatan. 

Siap Untuk Mulai Berinvestasi Saham & Reksadana?